Tampilkan postingan dengan label Tips Fitnes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Fitnes. Tampilkan semua postingan

Sebagai fitness coach paling terpercaya di Indonesia, saya sering mendengar keluhan seperti, “Saya sudah mengikuti diet sehat dan makan makanan sehat setiap hari. Tetapi tetap saja saya kesulitan menurunkan berat badan dan membakar lemak di perut saya tidak berkurang.”

Jika ini terdengar seperti anda, salah satu penyebab yang mungkin adalah alergi makanan. Alergi yang dimaksud disini bukanlah anda mengalami demam atau gatal-gatal setiap kali anda memakan makanan tertentu. Alergi yang dimaksud jauh lebih tersembunyi sehingga anda bahkan mungkin tidak menyadarinya.

Konteks dari alergi disini adalah tubuh anda tidak bisa mencerna nutrisi yang terkandung di dalam makanan tertentu dengan baik. Keadaan akan menjadi lebih buruk jika ini berlangsung terlalu lama karena bukannya menyerap nutrisi makanan tersebut, tubuh anda malah membuat antibodi untuk melawan nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Mengapa demikian? Anda mungkin bertanya. Jika anda pikirkan, hal ini sebenarnya logis. Karena tubuh anda tidak bisa mencerna nutrisi makanan itu dengan baik, tubuh anda cukup pintar (atau mungkin tidak) untuk menyimpulkan bahwa nutrisi tersebut adalah kontaminan asing. Hal ini menjelaskan antibodi dan tanggapan tubuh yang agresif.

“Jika itu yang terjadi, tidak masalah, saya hanya perlu makan lebih banyak” Mungkin anda berpikir demikian tapi kejadiannya tidak sesederhana itu. Ketika tubuh anda sibuk menyerang "kontaminan asing", tubuh anda memiliki lebih sedikit waktu untuk melakukan hal lain yang lebih penting untuk membakar lemak, menurunkan berat badan, dan membentuk otot, seperti memproduksi growth hormone (hormon pertumbuhan) atau mentransport nutrisi dan produk buangan menuju dan dari sel otot anda.

Bukan hanya itu, tubuh anda sebenarnya mengalami stres ketika berusaha melenyapkan semua "kontaminan asing". Alhasil, produksi hormon stres semakin tinggi. Dan sayangnya, hormon ini memicu penimbunan lemak di daerah perut anda.

Jadi, sekarang anda sadar bahwa alergi makanan, di antara hal-hal lainnya, mungkin merupakan masalah utama di belakang lemak perut anda. Kemudian, apa yang bisa kita lakukan?

1. Coba untuk makan makanan yang berbeda setiap hari
Karena tubuh anda memiliki kecenderungan untuk membuat antibodi jika anda makan makanan tertentu terlalu sering. Contohnya, jika anda makan ayam hari ini, coba untuk menghindari makan ayam keesokannya. Anda boleh makan ayam lagi sehari setelahnya.


2. Hindari produk-produk susu dan gandum.
Alasannya karena kebanyakan orang sebenarnya alergi terhadap susu dan gandum. Mengapa demikian? Kebanyakan orang, kemungkinan besar termasuk anda, telah lama hidup dengan produk susu dan gandum setiap harinya (susu, roti, sereal,nasi, dsb) dan anda sudah tahu apa yang akan terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang sama setiap hari (petunjuk, lihat nomor 1 di atas)

3. Lakukan "eksperimen telur" terhadap diri anda sendiri.
Eksperimen ini akan menguji apakah anda memiliki alergi terhadap telur. Hal ini diperlukan karena anda telah lama mengkonsumsi telur setiap hari tanpa sepemgetahuan anda. Anda mungkin tidak makan telur utuh setiap hari tetapi anda tetap masih mengkonsumsi telur setiap kali anda makan kue, biskuit, roti, dsb. Jadi, untuk ekperimennya, makan 2 atau 3 telur utuh dan lihat apakah anda merasa ngantuk atau tidak bertenaga setelahnya. Jika hasilnya positif, anda harus menghindari telur dalam bentuk apapun untuk beberapa saat.

Jadi, silahkan anda coba ketiga tips diet ini dalam diet sehat anda dan saksikan perut anda melangsing dan tingkat energi anda melonjak tinggi sepanjang hari.

Salam,

Coach Tobias - Fitness Indonesia

Oleh : Tobias Ganda

Tips Latihan Beban yang Benar

Diposkan oleh San San Selasa, 23 Oktober 2012 8 komentar

latihan beban
Tips latihan beban yang benar

Banyak orang berlatih dengan keras namun belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini terjadi karena mereka melakukan latihan beban dengan teknik yang salah dan hanya meniru gerakan orang tanpa tahu tujuan yang sebenarnya. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda berlatih beban, yaitu:

Sesi Latihan Sebaiknya Pendek
Waktu maksimum latihan beban sebaiknya tidak lebih dari 60 menit. Setelah 60 menit, tingkat hormon pembentuk otot serta pembakaran lemak (seperti hormon pertumbuhan serta hormon testosteron) mulai menurun. Selain itu, glikogen (karbohidrat tersimpan) dalam tubuh yang menjadi sumber energi utama otot untuk kontraksi sudah habis. Apabila Anda berlatih lebih dari 60 menit, berarti Anda buang-buang waktu karena tubuh sudah kehabisan hormon-hormon atau sumber energi yang diperlukan untuk pembentukan otot. Jika Anda memaksakan diri, maka Anda akan mengalami overtraining, suatu kondisi di mana tubuh Anda tidak pulih dari suatu sesi latihan beban tertentu. Hal ini mengarah kepada kehilangan massa otot dan kekuatan.

Persingkat Istirahat Antar Set
Istirahat antar set yang lebih singkat (tidak lebih dari 2 menit) dapat meningkatkan kemampuan sistem kardiovaskular dan yang paling penting yaitu memaksimalkan output hormon pertumbuhan, yaitu hormon pembakaran lemak dan pembangun massa otot. Selain itu, pola istirahat ini juga meningkatkan efek volumisasi otot dan membuat otot tampak keras dan penuh.

Jangan Terlalu Banyak Repetisi
Dalam tiap set latihan beban, cukup lakukan 6-8 repetisi. Dalam kisaran inilah output pertumbuhan hormon dapat dimaksimalkan. Selain itu, dengan 6-8 repetisi tiap set Anda akan dapatkan pumping (aliran darah menuju otot) tinggi yang membawa nutrisi ke sel otot dan membantu otot-otot tersebut pulih dan terbangun kembali lebih cepat. Rentang repetisi ini juga mencegah Anda dari risiko cedera akibat melakukan repetisi yang terlalu banyak.

Latihan Harus Progresif
Progresif artinya menambahkan berat pada beban setiap kali otot mulai beradaptasi dengan beban sebelumnya. Misalnya, jika Anda mulai terbiasa dengan menggunakan beban seberat 15kg dengan 6-8 repetisi, maka naikkan beban Anda menjadi 20-25 kg dengan repetisi yang sama. Lebih baik meningkatkan jumlah beban daripada menambah repetisi dengan beban yang sama. Tujuan utama dari program latihan beban adalah untuk meningkatkan perkembangan secara teratur dan progresif dalam meningkatkan massa dan definisi otot.

Latihan Perlu Variasi
Hal ini penting sekali jika Anda ingin mendapatkan pertambahan kekuatan dan definisi otot secara berkesinambungan serta mengurangi kejenuhan. Variasi latihan bukan berarti mengubah total jenis latihan dalam program Anda. Variasi dapat dilakukan dengan mengubah gerakan dengan gerakan lain yang memiliki fungsi sama atau lebih baik dari gerakan sebelumnya.

Latihan Harus Berdasarkan Free Weight Exercises
Latihan berdasarkan free weight exercises dapat memberikan hasil maksimal karena latihan ini merekrut lebih banyak serabut otot daripada menggunakan mesin. Selain itu, tubuh didesain untuk bisa bergerak dalam 3 dimensi. Jika Anda menggunakan mesin, gerak tubuh menjadi terbatas dan serabut otot yang terlatih lebih sedikit. Namun, bukan berarti latihan menggunakan mesin tidak baik bagi Anda. Bagaimanapun juga ada beberapa jenis latihan isolation yang membutuhkan mesin untuk perkembangan otot Anda.


Cara Efektif Membentuk Otot Dada yang Kekar

Diposkan oleh San San Jumat, 19 Oktober 2012 7 komentar

Latihan dada adalah salah satu latihan paling favorit dari semua fitnes mania baik yang masih pemula hingga yang sudah advance sekali pun. Apakah Anda juga ingin memiliki otot dada yang tebal? Berikut ini program latihan dada khusus untuk Anda!

otot dada

Nah, untuk menebalkan otot dada Anda, lakukanlah latihan yang basic namun sangat efektif untuk merangsang pertumbuhan otot dada Anda berikut ini.

Incline Dumbbell Press (3 set, 8-12 repetisi)
Pectoralis mayor (otot dada) pada dasarnya terdiri atas 2 (dua) otot yang terpisah, yaitu sternal (bawah), yang bekerja ketika melakukan flat dan decline bench press, dan clavicular (atas) yang bekerja ketika melakukan incline bench press. untuk merangsang pertumbuhan otot dada, terutama bagian atas, lebih banyak, maka latihan Incline Dumbbell Press ini merupakan pilihan yang sangat baik.Incline Dumbbell Press

Tahapan Pelaksanaan:
  1. Posisi duduk di atas bangku incline bench press
  2. Kedua telapak kaki menempel lantai
  3. Punggung rata dengan bangku, tidak ada celah
  4. Posisi lengan memegang dumbbell lurus di depan dada
  5. Turunkan dumbbell hingga posisi siku sejajar dengan bahu
  6. Tarik nafas saat menurunkan beban dan hembuskan nafas saat menaikkan beban


Flat Dumbbell Press (3 set, 8-12 repetisi)
Penggunaan dumbbell untuk melakukan latihan bench press merupakan pilihan yang relatif aman serta mampu membuat lebih banyak bagian otot dada terlibat selama melakukan gerakan latihan ini dibandingkan menggunakan barbell (bar).
Flat Dumbbell Press

Tahapan Pelaksanaan:
  1. Posisi berbaring di atas flat bench
  2. Kedua telapak kaki menempel lantai
  3. Punggung rata dengan bangku, tidak ada celah
  4. Posisi lengan memegang dumbbell lurus di depan dada
  5. Turunkan dumbbell hingga posisi siku sejajar dengan bahu
  6. Tarik nafas saat menurunkan beban dan hembuskan nafas saat menaikkan beban


Flat Dumbbell Fly (3 set, 8-12 repetisi)
Dumbbell fly merupakan latihan yang baik untuk melatih tubuh bagian atas. Selain menargetkan otot dada, latihan ini juga akan melibatkan otot deltoid di bahu, otot lengan, dan otot punggung. Untuk otot dada, baik pectoralis mayor maupun minor akan bekerja dengan baik saat melakukan gerakan dumbbell fly ini.Flat Dumbbell Fly

Tahapan Pelaksanaan:
  1. Posisi berbaring di atas bench
  2. Kedua telapak kaki menempel lantai atau berpijak pada tumpuan yang tersedia
  3. Punggung rata dengan bangku, tidak ada celah
  4. Posisi lengan memegang dumbbell lurus di depan dada
  5. Posisi siku sedikit ditekuk
  6. Tangan dibuka membentuk setengah lingkaran dengan posisi siku masih sedikit menekuk
  7. Menggunakan sendi bahu saja untuk menggerakkan beban
  8. Pada saat beban di bawah, posisi siku tidak lebih rendah daripada bahu
  9. Tarik nafas saat menurunkan beban dan hembuskan nafas saat menaikkan beban

Tips Latihan Fitnes yang Efektif

Diposkan oleh San San Rabu, 17 Oktober 2012 0 komentar

Otot besar fitnes

 Berikut ini beberapa tips bagi Anda para fitness mania yang telah rutin berlatih tapi tetap menginginkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih cepat Tips Latihan Fitnes yang Efektif | :

Batasi durasi.
Meskipun sebagian besar orang cenderung berpikir bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal adalah dengan berlama-lama melakukan latihan beban di gym, ternyata sebenarnya setelah 30-40 menit, manfaat yang Anda dapat tidak akan sebesar awalnya. Lebih baik Anda melakukan latihan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Utamakan kualitas.
Melakukan pengulangan hingga 20 kali tetap tidak akan ada artinya jika tidak dilakukan dengan cara yang benar. Akan lebih baik melakukan 8 kali repetisi tetapi dengan cara yang tepat.

Lakukan perlahan.
Latihan angkat beban bukanlah jenis olahraga yang cepat. Menurut peneliti di bidang angkat beban Wayne Westcott, untuk mengangkat satu beban normalnya harus menghabiskan waktu sekitar 1 menit. Cara melakukan repetisi merupakan hal yang sangat penting dalam program angkat beban. Anda tidak akan mendapatkan hasil apa pun dengan menerapkan teknik yang salah.

Bernapas.
Teknik pernapasan yang benar akan membuat latihan Anda lebih efektif. Fokuslah mengeluarkan napas saat Anda mengangkat beban dan menarik napas saat Anda menurunkan beban.

Pertahankan postur yang baik.
Postur ini sangat penting untuk memastikan kalau Anda melatih otot-otot dan bukannya membuat Anda cidera. Jika sedang duduk, duduklah dengan posisi tegak dan lurus. Pastikan agar otot-otot perut terus berkontraksi selama latihan. Tariklah otot perut ke atas dan ke dalam ke arah tulang belakang untuk menstabilkan tubuh Anda. Pertahankan agar bahu ditarik ke belakang dan dada diangkat ke atas dan dibusungkan ke depan, baik saat duduk, membungkukkan badan atau berdiri.

Hindari latihan terus menerus.
Otot-otot Anda perlu istirahat sehari sebelum melakukan sesi fitnes selanjutnya. Pastikan ada libur dalam jadwal latihan Anda.

Berlatih dengan pikiran. Saat melakukan latihan angkat beban, Anda tidak boleh membiarkan otak mengembara kemana-mana. Anda harus fokus dengan apa yang Anda lakukan karena ada hubungan yang kuat antara otak, saraf-saraf dan otot-otot.

Satu set, sampai failure.
Lakukan setiap set hingga failure. Lebih baik Anda melakukan 1-2 set tapi dengan beban yang berat untuk memaksimalkan efektifitas latihan Anda.

Pilih latihan kardio yang Anda sukai.
Jika Anda melakukan latihan yang tidak Anda sukai, maka tentunya Anda tidak akan menikmatinya. Pilihlah aktivitas yang menyenangkan, seperti lari, berjalan, berenang, bersepeda, mendaki dan sebagainya.

Demikian Tips Latihan Fitnes yang Efektif untuk tubuh Anda, jika Anda fitnes dengan teratur dan sesuai dengan tips di atas. Tak mustahil jika Anda akan mendapatkan Tubuh yang berotot dengan cepat. Baca juga Makanan Agar Tubuh Cepat Berotot


download kalender 2013 CDR

9 Artikel Terbaru