Ratusan Pohon Jati di Balapulang Tumbang

Diposkan oleh Sanie San San Rabu, 01 Februari 2012

Seorang Pengumpul Kayu di Hutan Balapulang
banyak warga sekitar memanfaatkan musibah pohon jati tumbang untuk mencari nafkah. 

BALAPULANG - Area hutan yang termasuk wilayah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang, kemarin diterjang bencana puting beliung. Akibatnya, ratusan pohon jati di wilayah itu tumbang.

Tumbangnya pohon jati di wilayah tersebut, merupakan kejadian keempat kalinya dalam kuru waktu tiga tahun terakhir. Kerugian yang diterima oleh KPH Balapulang, ditaksir mencapai mencapai miliaran rupiah.

Dari informasi yang didapat, angin puting beliung yang disertai hujan lebat datang dari arah Utara. Selang sekitar lima menit kemudian, ratusan pohon jati di petak 80 KPH Balapulang porak-poranda. Masih beruntung, pohon-pohon yang berusia puluhan tahun ini tidak menimpa perumahan warga yang tinggal di sekitar hutan.

Dikatakan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Kasi PSDH) KPH Balapulang, Gatot Farid Prabowo SHut, 131 pohon jati tanaman tahun 1970 di wilayah RPH Kaligimber BKPH Margasari KPH Balapulang, tumbang diterjang angin yang memutar tersebut. Pohon yang tumbang berada di petak 81 sebanyak 25 pohon, petak 83c sebanyak 7 pohon, petak 83a sebanyak 13 pohon, petak 88 sebanyak 24 pohon, petak 85 sebanyak 3 pohon, dan petak 90 sebanyak 54 pohon. “Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” kata Gatot Farid Prabowo.

Sedang Administratur KPH Balapulang, Ir Toni Suratno, menjelaskan, sebelumnya angin puting beliung juga menerjang sebanyak 135 pohon pada dua pekan lalu. Pohon itu berada di wilayah RPH Kaligimber, tepatnya di Petak 83d sebanyak 122 pohon, petak 83b sejumlah 3 pohon, dan petak 81 sebanyak 10 pohon. Kondisi tersebut berdampak pada kerusakan ekologi. Jika hutan terus dilanda angin puting beliung, maka hewan menjadi langka, air akan berkurang disaat kemarau, dan resapan air hujan juga akan berkurang.

“Belum saatnya pohon yang tumbang untuk ditebang, sehingga jika dijual harganya murah. Diperkirakan harga jualnya turun sekitar 50 persen, atau hanya sekitar Rp 2 juta setiap pohon,” jelas Toni Suratno.

Sementara, kerugian akibat tumbangnya pohon tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan jika diakumulasikan selama tiga tahun terakhir, bisa mencapai miliaran rupiah. Pohon yang tumbang itu terpaksa ditebang dan kini diamankan di TPK Margasari.

Selama tiga tahun terakhir, telah terjadi tiga kali pohon tumbang akibat angin kencang dan puting beliung. Yaitu pada November 2010 sebanyak 260 pohon, 18 Desember 2011 sebanyak 64 pohon, dan 14 Januari 2012 sebanyak 131 pohon. (gon)

teks source : Radar Tegal

Jangan lupa like, setelah membaca ya



Artikel Terkait:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cara Berkomentar untuk yang tidak memiliki blog:
1. Klik select profile --> pilih Name/URL
2. Isi nama kamu dan Kosongkan URL atau isi dengan alamat fb kamu
3. Klik Lanjutkan
4. Ketik komentar kamu,
5. Klik Publish

download kalender 2013 CDR

9 Artikel Terbaru